Demo Site
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

e-banking

Pengertian e-banking
     e-banking adalah salah satu pelayanan jasa Bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet.

Manfaat e-banking
  1. Dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening
  2. Transfer dana antar rekening atau antar bank
  3. Hemat waktu dan biaya
Teknik pengamanan yang sering digunakan dalam e-banking
  1. Melalui SSL (Secure Socket Layer)  
  2. Lewat protokol HTTPS (Secure HTTP)
  3. Login dan kode akses
Jenis-Jenis Teknologi E-Banking
  1. Automated Teller Machine (ATM)
  2. Computer Banking
  3. Debit (or check) Card
  4. Direct Deposit
  5. Direct Payment (also electronic bill payment)
  6. Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP)
  7. Electronic Check Conversion
  8. Electronic Fund Transfer (EFT)
  9. Payroll Card
  10. Preauthorized Debit (or automatic bill payment)
  11. Prepaid Card
  12. Smart Card 
  13. Stored-Value Card
 Hambatan Internet Banking (e-banking)
  • kurang peduli terhadap proses penanganan kasus-kasus tindak Pidana Internet Banking.
  • Kerusakan / kerugian / kehilangan yang diderita oleh bank / nasabah diakibatkan juga oleh petugas internal atau manajemen bank.
  • Internet Banking menjadi salah satu target dari para cybercrime yang memiliki kendala dalam hal pembuktian baik secara teknis maupun non-teknis.
  • Kegiatan Internet Banking masih belum memiliki payung hukum yang akurat dan tegas yang disebabkan oleh masih stagnannya RUU Informasi dan Transaksi Elektronik.
Solusi Alternatif
  • Identifikasi sumber-sumber dan aset-aset yang akan dilindungi
  • Analisa kemungkinan ancaman dan konsekuensinya
  • Perkirakan biaya atau kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan
  • Analisa potensi tindakan penangkal dan biayanya serta kerugian lainnya
  • Mekanisme pengamanan yang sesuai
  • Perlu adanya suatu ketentuan yang mengatur perbankan nasional yang memiliki pusat penyimpanan, pemrosesan data atau informasi dan transaksi perbankan yang letaknya di luar negeri
  • Perlu dibentuk sebuah unit kerja khusus atau divisi Pengamanan – Pencegahan kejahatan perbankan

Rabu, 30 November 2011

Sosialisasi Pemuda

     Dewasa ini, kita tidak bisa hanya bergantung kepada otak dan tenaga kita saja, tetapi kita harus menggunakan sosialisasi sebagai penunjang kita, karena apabila kita hanya menggunakan otak dan tenaga kita, kita bisa mengalami kebuntuan, tetapi kalau kita bersosialisasi, apabila kita mengalami kebuntuan, kita bisa meminta tolong kepada teman kita, dan apabila kita ada masalah kita bisa share kepada teman-teman kita agar kita tidak terjerumus dalam kesalahan, seperti mengkonsumsi narkoba, bunuh diri, dan lain sebagainya.
     Di dunia maya banyak sekali media untuk bersosialisasi, seperti FacebookTwitterKaskusMy Space, dan lain sebagainya. Banyak orang sukses akibat ketenarannya, contoh saja para artis yang terjun ke dunia politik, mereka berpikir, telah banyak yang mendukung dia selama terjun di dunia entertaiment, jadi kalau dia terjun ke dunia politik, mereka bisa dengan mudah membawa massanya mengikutinya.
     dalam hadits nabi juga dikatakan bahwa orang yang bersilaturrahmi (bersosialisasi), dipanjangkan umurnya", ini dikarenakan, apabila kita bersosialisasi, kita akan saling menolong satu sama lain, apabila kita kesusahan, teman kita menolong kita, dan begitu juga sebaliknya.
     Intinya bersosialisi memudahkan kita dalam melakukan banyak hal.

Sabtu, 12 November 2011

Tawuran (Kritikan Terhadapa Budaya Bangsa Kita)


     Masih tentang budaya bangsa ini sekarang, seperti yang kita tahu bahwa banyak masyarakat kita yang melakukan tawuran, terutama anak SMA/STM, SMP, bahkan SD. Sepertinya negara kita telah berputar 180º, dari yang dahulunya terkenal sebagai bangsa yang bertata krama, ramah terhadap semua orang menjadi bangsa yang tidak punya budi pekerti yang baik dan cepat emosian.




     Banyak contoh-contoh yang penulis dapatkan selama perjalanan pergi maupun pulang kuliah, mulai dari anak STM yang terbebas dari kejaran polisi setelah tawuran, 2 siswi yang bolos sekolah, maupun cerita dua taruna/i yang izin keluar asrama. Pertama-tama penulis akan menceritakan pengalaman penulis ketika penulis pulang dari kuliah.

     Kala itu penulis sedang naik Metromini, sedang duduk sambil menyantaikan diri sejenak setelah kuliah dari pagi sampai sore, datang segerombolan siswa STM Bunda Kandung yang langsung membuat bis penuh sesak. Sepanjang perjalanan, mereka berisik seperti hanya kelompok mereka saja didalam bis, padahal ada orang tua juga yang sedang naik didalam bis itu, ini membuktikan bahwa pendidikan karakter di negeri ini masih kurang, terbukti dari tidak ada rasa hormatnya siswa Bunda Kandung tersebut terhadap penumpang lain didalam bis tersebut. Ketika polisi ada di dekat bis tersebut, mereka tambah berisik, menandakan mereka ada urusan dengan polisi, ditambah ketika di dalam bis, ada salah seorang dari mereka menelepon teman mereka yang tidak ikut didalam bis tersebut, dia menanyakan siapa saja dari anak SMA 68 yang tertangkap oleh polisi, dan ketika lampu merah mereka bertemu dengan temannya diluar bis, dia menanyakan temen satu sekolahnya ada yang tertangkap apa tidak, tetapi temannya malah mengejek “ngaku anak BheKha (Bunda Kandung)”, memang STM Bunda Kandung terkenal dengan tawurannya, mengapa pemerintah tidak membubarkan sekolah itu, padahal teman saya sempat berkata bahwa ketika dia SMA, dia sempat ikut test masuk STM Bunda Kandung, dan ketika dia ditest, gurunya ngetest sambil merokok, ini membuktikan bahwa guru tersebut tidak memberikan contoh yang baik kepada generasi muda.

     Mengapa setiap permasalahan tidak diselesaikan dengan musyawarah, padahal kalau dengan kekerasan, akan menimbulkan kerugian di kedua pihak. Anggaplah kalau kita kalah dalam suatu debat atau perlombaan, anggap itu semua keberhasilan yang tertunda atau bahkan bukan rejeki kita.

رَسُوْلُ اللهِ صَلَّی اللهُ عَلَیْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ رَأَی مِنْکُمْ مُنْکَرًا فَلْیُغَیِّرَ بِیَدِهِ وَ إِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ وَ إِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ذَالِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ


Artinya : Rosulullah SAW Bersabda, “Barang siapa yang melihat kemungkaran/kejahatan, maka rubahlah dengan tangan, apabila tidak bisa, rubahlah dengan ucapan, apabila tidak bisa rubahlah dengan hati, itu selemah-lemahnya iman/kepercayaan.

Jumat, 04 November 2011

Budaya Bangsa Kita

  Bangsa kita terkenal dengan bangsa yang memilki adat ketimuran seperti negara Jepang, Korea. Tetapi mengapa kita terpengaruh oleh "Westernisasi" budaya dari barat, yang cenderung anarkis dan tidak teratur, berbanding terbalik dengan adat kita, adat ketimuran yang ramah dan bersahaja kepada semua orang.
   Mengapa kita mengikuti budaya barat yang cendearung lebih buruk daripada budaya kita, yang mana kita bisa damai dengan melestarikan, dan mengamalkan itu di kehidupan sehari-hari kita.
   Mengapa bangsa kita cenderung "latahan" ikut-ikutan tanpa berpikir panjang apa yang akan terjadi jika kita mengikuti budaya itu, bisa saja kan budaya yang kita ikuti akan menjerumuskan kita, dan justru budaya yang ada semenjak nenek moyang kita justru membawa kita pada kemakmuran dan kedamaian dalam hidup kita ini.
   Pemerintah kita sedang berusaha untuk menjadikan negara ini menjadi negara yang baik, tetapi mengapa kita tidak pernah berpikir panjang apa yang dilakukan pemerintah terhadap negara kita, seperti yang terjadi di jalan Juanda, Jakarta, di sana pemerintah sedang membuat "Gorong-Gorong" jalur air bawah tanah yang dimaksudkan agar daerah tersebut terhindar dari banjir, memang pas pertama kali daerah itu macet, tapi nanti kalau pembangunan itu sudah selesai daerah itu akan kembali lancar plus tidak banjir.
   Intinya kita harus tahu apa yang pemerintah inginkan terhadap apa yang mereka lakukan, dan kita harus bersabar untuk mencapai tujuan kita, karena "Sabar itu Membantu Semua Pekerjaan Kita", seperti pepatah arab "الصَّبْرُ یُعِیْنُ عَلَی کُلِّ عَمَلٍ".
Indonesia Flag Orb